Cloud Lounge Rooftop Bar Jakarta

Minggu, 19 Juli 2015 0 komentar

Satu lagi tempat nongkrong favorit saya di Jakarta, yakni Cloud Lounge Rooftop Bar. Sepertinya setelah saban hari bergelut dengan macet, rasanya pengen banget menjauh dan hanya menikmatinya dari atas. Nggak heran yah banyak lounge yang mengerti perasaan saya yang begini dan muncullah restoran restoran kelas atas yang berada di puncak pencakar langit salah satunya Cloud.

Sesuai namanya, saya berasa di atas awan. Yah lumanyanlah ini rooftop lounge kedua tertinggi se - jakarta setelah SKYE yakni di lantai 49 The Plaza. Cara ke sininya mudah aja. Bisa langsung masuk dari gedung the plaza, atau dari mall Plaza Indonesia lurus terus nanti langsung terhubung juga kok. Sempat pindah lift dua kali karena begitu nyampe di Altitude, ada beberapa restoran high class lainya, jadi kita harus bilang saya maunya ke Cloud baru dianterin ke lift berikutnya.

Begitu nyampai di sana, mbak mbaknya langsung menyambut dan mempersilahkan kami memilih tempat. Hari itu malam senin sengaja saya pilih biar nggak rame tapi rupanya hot spot yakni kursi yang langsung berhadapan dengan view udah diborong. Mau duduk di sofa, jelas nggak mampu bayar karena ada minimum order. Yah udah saya dan temanku duduk agak daleman aja. Ada yang bentuk sofa macam gambar di bawah, namun karena hanya berdua kami mojok di tengah aja ala ala standing bar gitu duduknya.

Cloud Lounge Rooftop Bar Jakarta
Cloud Lounge Rooftop Bar Jakarta

Cloud Lounge Rooftop Bar Jakarta
Cloud Lounge Rooftop Bar Jakarta
Suasananya asik. Musik livenya nggak kencang sehingga ngobrol nggak usah teriak teriak. Lampu dibuat agak remang namun masih kelihatan sekitarnya. Mbak mbak pramusajinya memberikan menu sambil merekomendasikan Exotic Sunset (semacam mocktail) ke temanku dan aku menggambil Tea Frappe yang rasanya justru kayak kopi menurutku. Kesimpulan : rekomendasi mbaknya yang betul hanya exotic sunset. Kami berdua suka. rasanya manis manis seger gitu ditambah buah leci segar. Sayangnya kurang banyak :p

Ruangan di Cloud lebih kecil setengah dari SKYE, jika penuh palingan hanya 50 orang yang bisa duduk, selebihnya yah berdiri. Ada juga sih yang indoor tapi yah nggak asik karena kan mau liat pemandangan lampu kelap kelip! Keunikan lainnya ialah Cloud punya Vodka room, yah semacam ruang khusus untuk minum vodka yang sayangnya nggak dibuka karena waktu itu lagi bulan puasa.

Di sini dress code terlihat lebih santai karena sempat ada liat cowok yang pake kaos oblong, yang emang si mbak pramusaji pun bilang kalau untuk firs-timer masih dikasih kelonggaran. :) Namun jangan dateng beramai ramai kaos oblong, sandal jepit yah tetep aja bakal nggak dikasih masuk.

Pemandangan Jakarta malam ini :
Cloud Lounge Rooftop Bar Jakarta
Pemandangan Jakarta dari Cloud Lounge Rooftop

The Cloud Lounge & Living Room
Alamat : The Plaza Office Tower Lantai 46&49, Jalan M.H. Thamrin No. 28 - 30, Jakarta Pusat
Telp : 021-29922450
Rate : mulai dari Rp.100.000

Ada yang udah pernah mampir? suka nggak?

Wahana Bermain di Kidzania Jakarta

Rabu, 15 Juli 2015 0 komentar

Kidzania merupakan wahana bermain dan edukasi bagi anak anak dan remaja (2-16 tahun) untuk belajar mengenai lebih dari 100 jenis profesi yang ada.

Konsepnya mirip sebuah miniatur kota dimana anak anaklah masyarakatnya. Jadi kota di Kidzania ini didesain mirip kota aslinya. Ada uang sendiri, ada jalan, ada gedung gedung tempat mereka kerja dan bermain hingga ada penjara.. yah kali aja ada yang bandel tinggal dijebloskan yah.

Untuk memberikan kesan bener bener beda, di depan konter penjualan tiket Kidzania anak anak dan pendamping akan melalui gate Garuda Indonesia..berasa di bandara mau terbang kemana gitu.

Sebelumnya, untuk membeli tiket saja antrian sudah mengulur panjang padahal Kidzanianya belum dibuka. Jika datang berombongan, mending book tiket jauh jauh hari dan bisa group check in. Setelah membayar, anak anak dan pendamping dipasangkan gelang khusus untuk mendeteksi keberadaan anak. Ya kali tempatnya luas, ada dua tingkat sehingga saya pun sering nyasar!

Begitu kami masuk, para staff di kidzania sudah berjajar rapi menyambut pake tari tarian diiringi musik. Lucu juga yah yang dewasa pun akhirnya bertingkah jadi anak kecil hehe.

Nah, di Kidzania ini ada dua jenis atraksi yang dimainkan anak anak. Yang pertama yang mengurangi poin, yang satunya menambah poin. Yang mengurangi poin tipenya adalah permainan seperti panjat tebing, naik taxi dll. Yang nambah poin artinya anak anak harus bekerja di macam macam konter seperti kerja jadi reporter, di lab dll. Poin ini dapat dikumpulkan terus dan nantinya dituker dengan souvenir. Penjelasan tentang tipe aktifitas tertempel di tiap konternya kok lengkap dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan, jumlah anak yang bisa ikut bermain, poin yang didapat dan lain lain.

Kidzania Jakarta
Suasana jalanan di Kidzania Jakarta dengan angkutannya

Kidzania Jakarta
Kompas di Kidzania Jakarta

Kidzania Jakarta
Siaran di Kidzania Jakarta

Kidzania Jakarta
Pemadam Kebakaran beraksi di Kidzania Jakarta

Meski ada setengah hari, bermain di sini tetep saja kurang. Saya sebagai orang dewasa, melihat adik saya keasikan gitu jadi ngiri!!!!! Bring me back to my childhood please!!

Kesimpulan : Adikku ketagihan dan mau datang lagi next time!

Tips & Trik bermain di Kidzania :
1. Jika anak sudah cukup besar (remaja) tidak perlu pendamping sebenarnya karena melatih mereka untuk belajar sistem yang ada di Kidzania. Namun jika masih kecil, pasti biasanya mereka takut. Yah daripada mereka nggak enjoy dan hanya duduk duduk saja, ada baiknya didampingin, namun untuk awalnya saja. Tapi ada juga tipe keluarga yang banyak cemasnya sehingga ortu hingga babysisternya pun dibawa masuk menemani. Ya elah kapan mandirinya tuh anak?
2. Kebanyakan anak anak zaman sekarang sudah punya HP sehingga sebenarnya orang tua tidak perlu cemas. Adik saya 11 tahun(6 SD) kebetulan memang tidak punya HP namun dengan tenang saya tinggalkan di dalam sendiri. Saya hanya masuk beberapa kali untuk mengecek. Pertama untuk mengantar, kedua untuk mengecek apakah dia sudah makan, lalu masuk lagi mengingatkan dia sebentar lagi kidzania akan tutup secara dia nggak punya jam. Yang terakhir saya hanya menunggu dia diluar ketika wahana bermain selesai.
3. Bawalah tas kecil untuk anak anak karena selama bermain dia akan mendapatkan banyak sertifikat, free stuff dan bagus juga untuk meletakkan uang dan Hp jika ada.
4. Harga makanan cukup mahal. 1 porsi nasi dan ayam berkisar Rp.30.000 lebih sehingga pastikan anak anak makan pagi terlebih dahulu.
5. Browsing tentang kidzania terlebih dahulu sehingga anda dan anak anak paham cara kerjanya. Selain itu, begitu masuk anak anak sudah tahu kira kira pekerjaan apa yang ingin dia coba. Hal ini sangat membantu karena memilih di antara ratusan pilihan pasti bikin bingung. Lagipula dengan begini, anda memaksimalkan waktu kunjungan.
6. Don't worry and let your kids explore the world! Buktinya saya sempat nonton Blitz, makan Wendy's, nyobain ramen, keliling keliling mall dulu sembari menunggu and everyone is happy!

Info :
Kidzania Jakarta
Alamat : Pacific Place Mall Lt. 6, Jl. Jend Sudirman Kav. 52-53
Jam Operasional : 09.00 - 16.00 WIB
Telp : +62 21 5154888
Harga Tiket : Anak anak (Rp.250.000) Dewasa yang mendampingi (Rp.200.000)

Menginap di Eagle Camp Dusun Bambu

Selasa, 14 Juli 2015 1 komentar

Saya punya satu impian untuk membawa adik adikku berkemah. Kenapa begitu? karena masing masing kami dulunya pernah jadi anggota pramuka dan merasakan tinggal di alam. Nagih loh! Namun karena sekarang sudah agak tuwir, saya sudah terlena dengan yang namanya kenyamanan sehingga meski berkemah saya nggak mau harus korek korek tanah dulu sebelum buang air.Untungnya sekarang makin banyak pilihan tinggal di tenda atau yang dikenal sebagai glamping (glamour camping) dimana kita berasanya tinggal di hotel. Yang saya coba salah satunya adalah Eagle Camp, sebuah konsep penginapan kemah premium, jika tidak mau dibilang mewah yang terletak di Dusun Bambu, Bandung.

Tanpa pikir panjang dan lihat dompet saya langsung membooking via telpon dan langsung harus mengkonfirmasi pemesanan dengan membayar via transfer. Meski low season (saat puasa), tempat ini nyaris selalu penuh sehingga harus bayar terlebih dahulu. Ok demi impian yang tertunda, Bayar deh!

Hari yang ditunggu tunggu telah tiba. Dengan kendaraan sewaan dari bandung, kami meluncur pagi pagi agar terhindar dari macet. Begitu nyampai, tinggal bilang kami menginap di Eagle Camp dan langsung dipersilahkan lewat jalur khusus dan parkir di tempat khusus yang dekat tenda. Duh udah gak sabar melihat tenda kami yang berada di atas bukit. Inilah penampakannya :

Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
Kasur + Sleeping Bag di Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung

Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
Tenda dalam lengkap dengan ruang tamu terpisah
Wiiiih... saya cukup speechless karena sengaja nggak mau menaruh harapan terlalu tinggi. Namun ternyata, Eagle Camp (atau disebut juga Sayang Heulang) bener bener memuaskan. Daerah bukit yang didedikasikan hanya untuk tamu yang menginap (umum tidak boleh naik) membuat kami benar benar nyaman. Masing masing tenda memiliki daerahnya masing masing yang terdiri dari tenda, tempat duduk di luar dan dibawahnya ada kamar mandi dan WC sehingga nggak perlu berbagi. Tetangga sebelah jaraknya hanya lima meter tapi terhalang dengan pagar bambu dan tumbuh tumuhan sehingga nggak bakal bisa ngintip deh.

Seharian kami habiskan waktu di Dusun Bambu untuk beraktivitas. Sewaktu mau balik ke tenda yang berada di bukit, Kami tinggal minta wara wiri (kendaraan oeprasional di Dusun Bambu yang berwarna warni) untuk nganterin pulang ke tenda. Fiuuh!

Menjelang malam, kami udah memakai kaos kaki dan berlapis lapis baju namun udara tetap menggigit. Saatnya api unggun! Saya pun langsung menelpon dan tak berapa lama dua staffnya datang dan membawa kayu bakar serta peralatan lainnya dan men-setup segalanya hingga api berkobar. Cihuiii jadi juga kami kemping beneran!
Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung di malam hari ditemani api unggun
Paginya, begitu bangun kami males banget keluar dari sleeping bag. Udara masih dingin namun saya paksakan diri mengingat inilah saat terbaik menikmati Dusun Bambu tanpa tamu tamu lainnya. Memang segala permainan belum dibuka namun kami masih bisa keliling dusun bambu dan foto foto tanpa ada satupun tamu lainnya. Heaven!

Setelah itu kami yang sudah kelaparan, langsung menuju ke Burangrang Restaurant dan sarapan pagi sekaligus check out. Sedih deh!
 In the end, adikku bilang :
"Yah kok cuma nginep semalem sih?"
Well, we had so much fun here but the trip is not ends yet. So better be move on kids!

Nginep di sini emang bikin ketagihan nih. Kurang apa lagi coba? Menginap di tenda rasa hotel loh!
Ada yang tertarik?

Info:
Eagle Camp (Sayang Heulang) Dusun Bambu - Indonesia
Alamat : Kolonel Masturi Km. 11, Situ Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat 40551, Indonesia
Telp : (022) 82782019 Hp : 085721179022 Pin BB : 572624AO
Rate : Rp. 2.010.250 / malam dan single tent. (Juni 2015) Extra Bed : Rp.250.000
Check in time : 2 Pm Check Out time : 12 noon

Fasilitas Eagle Camp Dusun Bambu:
1. Free Naik perahu di danau untuk dua orang (jika naik satu lagi dikenai tambahan biaya Rp.10.000/orang)
2. Free Welcome drink di Pasar Khatulistiwa (bisa ditukar dengan bandrek atau  Bajigur)
3. Free Welcome snack (pisang dan tempe goreng) dan Welcome fruit (Pisang, anggur, jeruk, apel dan belimbing)
3. Free Wifi
4. Free antar balik ke Tenda menggunakan wara wiri.
5. Free Api Ungun
6. Free alat BBQ. Sayangnya kami nggak bawa makanan untuk dipanggang, nggak tahunya kalau bawa sosis, daging dan sebagainya bisa dititipin di kulkas mereka. Namun petugasnya sempat nawarin sih kalau mau bakar jagung, ada stok jagung segar sekitar 8-10 ribu / biji. Sayangnya kami udah kenyang.
7. Free Breakfast di Burangrang restaurant. Karena yang ditanggung hanya berdua, kami dikenai charge satu lagi sebesar Rp.38.396 yang mana murah banget karena menunya dalam porsi jumbo dan semuanya enak. Ada dua menu yang tersedia yakni western (sereal dan american breakfast) dan Indonesian (nasi goreng ayam). Masing masing pilihan sudah termasuk minuman (orange jus / kopi / teh dan air putih), desert (roti dan kue) serta seporsi buah segar. Yummy!
8.Free Amenities seperti air mineral, kopi dan teh dengan alat pemanas air tinggal colok serta handuk. Untuk toiletries sangat terbatas, sebaiknya bawa sendiri.
9. Bisa minta alat pemanas untuk malam hari karena ketika malem suhu bisa drop di bawah 20C.
10. Disediakan juga radio, tempat colokan listrik yang panjang serta tambahan 2 lampu senter.
11. Free parking spot dekat dengan tenda khusus bagi yang nginep.
12. Telpon ke bagian manapun sehingga bisa minta tolong buat api unggu atau pesan makan di restoran tanpa harus keluar tenda.
13. Laundry & Dry Cleaning Service
14. Safe Deposit Box
Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
Tempat duduk duduk di Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
Eagle Camp - Dusun Bambu Bandung
WC + Shower di Eagle Camp - Dusun Bambu

Car Free Day jakarta

Selasa, 07 Juli 2015 0 komentar

Jakarta adalah salah satu kota yang sulit memuaskan aku. EH?

Iya soalnya ibukota ini macet dan rawan akan masalah sosial dan kriminalitas. Kalau nggak penting penting banget atau ada agenda di Jakarta, tentu kota ini bukan bagian dari tempat yang ingin aku kunjungi.

Nah ketika menemani teman buleku dalam perjalanan pertamanya di Jakarta, kami kebetulan memilih menginap di Artotel. Lokasinya sangat strategis tepat di belakang sarinah Thamrin, dimana tiap minggu diadakan Car Free Day.

Jadilah minggu itu saya dan temanku menyewa sepeda hotel, lalu mengayuhnya ke Car Free Day. Ribuan orang sudah tampak menyemuti jalanan yang diblok. Tidak ada kendaraan. Sepanjang trotoar, para pedagang mengambil kesempatan untuk menjajakan barang. Sedang anak muda sibuk ber-narsis-ria atau mengekspresikan dirinya. Sedang yang tua atau pegiat olahraga, telah tampak basah dengan keringat.


Car Free Day Jakarta
Car Free Day Jakarta
Bagiku yang sulit jatuh cinta pada Jakarta, Car Free Day seperti lelaki tampan yang baik hati dan ngajak kenalan dulu. Sulit ditolak. Dan begitu telah mengenalnya jauh, giliran saya yang PDKT. Saya dan teman rencananya hanya muter muter nggak jelas sekitar bundaran HI. Namun karena ditantangi disemangati sama teman yang lain, kami kebablasan. Meski betis sempat minta istirahat, saya dan teman sukses mengayuh sepeda itu hingga ke FX mall! Bayangkan!

Saya rasa itu juga area Car Free Day terakhir (paling jauh). Begitu nyampe di sana, kami langsung memarkirkan sepeda, beli air minum dan tanpa menunggu kembali ke jalan raya dan engkol sepeda lagi!
Kira kira ada deh dua jam kami habiskan untuk menikmati jakarta tanpa kendaraan.

It was so much fun! A real paradise in the traffic city like Jakarta!

Surely not a thing you want to miss in Jakarta! I think I can start falling in love with Jakarta!

Jalan Jalan naik kereta api Gambir - Bandung

Minggu, 05 Juli 2015 1 komentar

Ada rasa bersalah di diriku.
Aku paling suka perjalanan dengan kereta api. Udah sempat pergi kemana mana namun kereta api di negara sendiri belum pernah dicoba. Durhakanya aku!

Nah jadi mumpung bakal berlibur bersama adik adik (baca : anak anak), aku putuskan inilah saatnya mencoba kereta api. Image kereta api kini memang sudah lebih baik. Tidak ada lagi yang serobot kursi, penumpang yang berlebih, pungli, jorok dan kesan negatif lainnya.

Aku sengaja memilih naik kereta api Argo Parahyangan dari gambir.
Berikut jadwal kereta api Gambir - stasiun Bandung Argo Parahyangan :
Berangkat Tiba
05.00         08.34
08.30         11.59
10.15         13.35
11.45         14.57
15.30         18.28
18.15         21.27
20.00         23.12

Saya dan adik adik memilih keberangkatan jam 10.15 karena ingin mengisi perut terlebih dahulu. Tiket per orangnya adalah Rp.90.000 di kelas bisnis.

Ketika hendak masuk ke stasiunnya, masih ada waktu luang kurang lebih setengah jam namun petugas pengecek karcisnya meminta kami menunggu di luar saja dulu. Takutnya salah masuk jalur dan kereta, begitu penjelasannya. Akhirnya kami mutar mutar dulu sambil mencari kursi kosong yang jumlahnya sangat sedikit itu.

Barulah ketika ada pengumuman kereta akan tiba, petugas memperbolehkan kami masuk. Untuk jurusan ke bandung, kereta api berada di lantai teratas jalur dua sebelah kanan.Tidak lama si kereta yang ditunggu dateng dan tampak beberapa pramugari serta kaptennya keluar untuk menyapa pengunjung turun dan membantu mengarahkan penumpang baru yang bingung masuk di gerbong mana (kami banget!)
Kereta Api Bisnis Argo Prahyangan Gambir - Bandung
Ternyata kereta apinya kursinya bisa diputar loh bagi yang berombongan biar asik duduknya berhadap hadapan. Kursinya sih tak cukup empuk namun lebar buat berdua dan kalo sendiri bisalah buat tidur.

Sepanjang perjalanan kereta api tidak berhenti di stasiun lain lagi jadinya tidak perlu khawatir akan macet dan penyusup.

Kereta api membelah jalanan
Asiknya lagi ketika sudah sampai di bandung pemandangan ibukota sudah tergantikan dengan hamparan sawah serta hijaunya bukit yang bikin hati adem.
Pemandangan sawah dari jendela kereta api Argo Parahyangan
Di perjalanan juga ada mbak mbak pramugari yang menawarkan makanan namun stok terbatas dan cepet habisnya. Menu seperti nasi rames dijual seharga Rp.35.000 dan teh Rp.5000. Ada juga sih air minum botolan dan pop mie bagi yang kelaparan. Untuk WC, kebersihannya terjaga dan jongkok pula. Salut!

Keputusan : Saya sungguh tak menyesal naik kereta api ke Bandung daripada naik travel. Waktu kedatangan dan keberangkatan semuanya on time. Petugasnya ramah dan sangat membantu. Kereta bersih dan perjalanan tak terkendala apapun. Recommended!

Tips nyaman berkendara kereta api Gambir - Bandung :
1. Belilah tiket terlebih dahulu. Bisa via online (nanti tinggal print sendiri di stasiun) maupun langsung datang ke konter tiketnya untuk menghindari kehabisan terutama saat peak season seperti lebaran.
2. Gunakan pakaian yang nyaman. Dalam gerbong bisnis, tersedia AC namun tidak terlalu dingin namun juga tidak panas.
3. Isi perut terlebih dahulu. Jika tidak sempat, lebih hemat jika bisa membawa makanan dan minuman sendiri buat bekal selama perjalanan.
4. Perhatikan barang bawaan. Ada sih porter yang bisa bawa bawaiin barang tapi kan bayar. Saya sih biar gak capek bawanya koper yang bisa didorong. Namun bukan yang gede karena tidak ada tempat bagasi hanya bisa diletakkan di kursi kita aja. Untuk tas bisa juga diletakkan di kompartemen atas.
5. Bawalah buku, laptop atau apapaun itu untuk memanfaatkan waktu dan mengurangi kejenuhan.
6. Jangan terlalu berisik karena rata rata penumpang memanfaatkan naik kereta untuk istirahat.

Teman teman, ada yang punya pengalaman (menyenangkan) lainnya juga?

Pembuatan Paspor di Jambi

Kamis, 25 Juni 2015 0 komentar

Saya panik.
1 bulan tepat sebelum pasporku akan expired, saya mendapatkan pekerjaan baru, sebut saja reporter jalan jalan di Jakarta. Mungkin saja kan nantinya saya diutus ke luar negeri?

Saya makin panik.
Waktu itu saya masih berdomisili di Jambi dan minggu depannya akan pindah ke Jakarta.

Pengalaman sebelum belumnya membuat & memperbaharui paspor meninggalkan kesan tidak enak. Ribet, bosan, antrian panjang dan calo yang selalu menyerobot membuat saya keburu jiper. Kayaknya lebih enak pake calo ya?

Tapi lagi lagi saya kembali panik.
Calo saya terdahulu sudah tiada dan saya tak punya kontak lainnya. Untungnya bulan lalu papa sempat memperpanjang paspornya dibantu oleh koko ipar. Jadi saya pun menghubunginya dan minta bantuannya memperpanjang paspor.

Ia mengiyakan dan kami janjian ketemu di kantor imigrasi Jambi pada hari senin. Sebelumnya saya menyiapkan terlebih dahulu syarat perpanjangan paspor :
1. KTP
2. Kartu Keluarga
3. Akta Lahir
4. Paspor Lama

Semuanya difotokopi satu rangkap dalam ukuran kertas besar (A4). Untuk paspor jangan lupa difotokopi halaman depan dan belakangnya yah. Semua dokumen asli tersebut beserta fotokopiannya harus dibawa.

Saya telah diingatkan datang sepagi mungkin untuk mengambil nomor antrian karena sehari cuma tersedia 50 kuota. Saya bangun sebelum jam 6 pagi, makan pagi, membawa banyak buku bacaan lalu cabut ke lokasi. Setibanya disana tepat pukul 7 pagi dan sudah terlihat beberapa orang menyemuti meja satpam di luar. Oh rupanya di sana mendaftarnya!

Setelah dilihat, alamak! sudah no 14 dan saya kedapatan no 15. Apa boleh buat!
Satpam lalu mencatat nama saya, memberikan formulir yang harus diisi sembari mengecek kelengkapan berkas. Sekitar pukul 7.30 WIB nomor antrian dibagi dan kami dipersilahkan masuk.

Semua ruangan masih tampak kosong. Barulah hampir ketika pukul 8.00 tampak para pegawai mulai berdatangan. Aktivitas dimulai dengan dipanggilnya kami satu persatu berdasar nomor urut.

Sepertinya hari itu saya lagi beruntung, mungkin karena puasa tidak banyak orang yang mendaftar. Selain itu proses pengecekan berlangsung mulus dan hampir setengah nomor urut di atasku belum hadir sehingga saya akhirnya naik ke peringkat 9 untuk pengecekan berkas. Dari pos inilah dilihat betul apakah semua nama sama persis, tanggal lahir hingga alamat di KTP harus sesusai dengan form yang kita isi. Jika ada yang salah dan kurang maka harus diulang / ditambah. Untungnya (lagi-lagi) saya lewat begitu saja yah wong semua berkas asli, lengkap dan diisi dengan baik. Saya pun dihadiahi antrian ke 5 untuk foto. Tak berapa lama menunggu, tiba giliran saya dan dua orang lainnya yang difoto bergantian. Sebelnya, si mas mas mengharuskan semua rambut saya dibelakang kuping dan poni harus dinaikkan which is gak bisa karena poni saya pendek dan jatuh terus, jadi harus diulang terus (sehingga rambut saya jadi berantakan dan hasil foto saya jelek deh!)

Setelah foto, berikutnya masih ada lagi wawancara tentang perihal untuk apa membuat paspor, nama ortu dan lain sebagainya. Setelah sesi tanya jawab kepo tersebut selesai, seluruh dokumen asliku dikembalikan dan dia memberikan tanda terima perintah untuk membayar ke bank BNI dan menjanjikan 3 hari masa kerja untuk penyelesaiannya. Yeay!

Untuk biaya pembuatan paspor, berikut rinciannya :
Biaya paspor : Rp.300.000
Biaya jasa TI Biometrik (sidik jari) : Rp.55.000
Biaya admin bank BNI : Rp.5.000
Total :Rp.360.000

Hari kamis berikutnya pukul 2 siang, saya datang lagi untuk mengambil paspor. Tidak perlu lagi mengambil nomor antrian. Langsung datang dan tampak beberapa folder telah berjajar rapi di meja dan langsung bisa mengambil paspor baru kita. Berhubung di paspor lama saya ada visa Australia dan USA yang berharga, saya pengen dong menyimpan buku lama saya tersebut. Seperti diinstruksikan saya membawa materai 6.000 dan memberikannya ke petugas dan ia pun memberikan paspor lama saya. Yeay!

Paspor Baru dan Lama

Kesimpulan :
Meski masih tampak ada aktivitas calo yang menyerobot antrian dan mendapat tempat khusus, namun kalau pelayanan kantor imigrasi bisa jujur dan profesional, kenapa pula harus menggunakan calo?

Salah satu yang paling saya ingat adalah abang satpamnya yang ramah (bahkan ingat nama saya!) dan sangat membantu dalam proses pengisian form, minjemin pena, bantuin ngoreksi form saya dan ditambah sifatnya yang humoris.

Beberapa petugas lainnya memang wajahnya masih kurang ramah namun kerjanya cukup cepat. Kantor imigrasi Jambi juga telah dilengkapi sistem yang bagus, mulai dari nge-print no antrian, pemanggilan dengan suara dan monitor, sehingga semua alurnya terlihat jelas. Kalaupun bingung, selalu ada satpam yang standby membantu.

Hanya dalam tempo waktu 3 jam saja, proses pembuatan paspor saya kelar. Buku yang saya bawapun tak sempat dibaca. Salut deh dengan pelayanan kantor imigrasi Jambi!

Tips & Trik membuat paspor sendiri
1. Datang sepagi mungkin untuk berebut nomor antrian. 6.30 WIB kalau bisa agar antrian yang pertama. Boleh kok diwakilkan orang lain untuk sekedar mengambil nomor, namun harus datang secepatnya juga yah.
2. Berpakaian rapi dan sopan. Tidak memakai sandal jepit, celana pendek dan kaos oblong. Rata rata orang menggunakan kemeja, celana panjang dan sepatu.
3. Selalu waspada jika nomor dipanggil. Terkadang petugas hanya memanggil max 2 kali, lebih dari itu langsung lanjut ke nomor berikutnya dan jika kelewat ng...harus sabar setelah itu!
4. Bawalah pena untuk mengisi form.
5. Bawa bacaan biar tidak bosan menunggu
6. Lengkapi berkas dengan baik. Pastikan mengisi dengan benar. Jika tidak tahu, bertanyalah. Jika salah, boleh di tipe-X tapi kalau banyak salah ulangi di form baru aja.
7. Bagi wanita bawalah penjepit rambut untuk poni karena sewaktu poto harus menampakkan keseluruhan dahi. Bagi yang berjilbab, gunakan model yang sesimpel mungkin.
8. Ucapkan terima kasih karena pelayanan mereka yang sudah sangat lebih baik dari sebelum belumnya

Ada yang punya pengalaman(menyenangkan) membuat paspor?

SKYE Bistro & Lounge Jakarta

Rabu, 17 Juni 2015 0 komentar

Ketika salah satu teman buleku berkunjung untuk pertama kalinya ke Indonesia, aku udah kepikiran sih ingin membawanya melihat pemandangan Jakarta dari atas. Secara aku juga lum pernah!

Jadilah di malam selasa itu, aku dan tiga temanku itu langsung go-show ke salah satu rooftop lounge yang mungkin tertinggi di Jakarta dan nge-hitz tentunya, SKYE.
Setelah dinner di Chili's ( Mexican Restaurant) di Sarinah kami menuju Menara BCA dalam waktu 15 menit saja mengingat hari udah mulai larut dan ini bukan weekend. Yippie!

Setelah dipersilahkan naik ke lantai 56 Menara BCA, si mbak penerima tamu tiba tiba menghadang saya masuk dikarenakan pakaian saya yang tak layak dengan kriteria mereka. Saat itu saya mengenakan sneaker, legging dan baju santai. Jlebbb! Sedangkan ketiga teman pria saya semua lolos inspeksi. Si mbak bilang kalau untuk restauran which is indoor, saya tetap bisa masuk. Tapi kan tapi kan kami mau ke lounge yang outdoor!

Akhirnya win-win solution, temen buleku masuk duluan untuk melihat apakah rooftop bar nya benar benar worth it dan it is! Aku pun pasrah mengalah dan balik ke hotel mengganti pakaian. Untungnya kami menginap di Artotel yang lokasinya masih di Thamin juga. Naik taxi cuma bayar 15rb coba! Malam itu jalanan jakarta memang sedang berbaik hati!.

Buru buru saya mengganti dengan high heels dan dress lalu cabut kembali ke Menara BCA. Ih jadi malu ama satpamnya nih :p

Tapi ya sudah deh biar semua senang dan bisa ngelihat pemandangan jakarta kayak gini :
View Jakarta dari SKYE

SKYE Rooftop Bar & Restaurant at Menara BCA Thamrin Jakarta
SKYE Rooftop Lounge at Menara BCA Thamrin Jakarta
Konsep yang diusung oleh SKYE adalah Bistro di siang hari dan Lounge di kala malam hari. Namun rasanya lebih seru aja kalau datang pada malam hari karena tujuannya memang melihat cahaya lampu Jakarta. Lokasi Lounge ada juga yang berada di dalam ruangan, namun kami memilih duduk di luar. Pengennya lagi sih duduk tepat di sofa depan kolam warna biru itu. Namun sudah di-reserved dan ada minimal order yakni IDR 1.200.000.

SKYE Rooftop Bar & Restaurant at Menara BCA Thamrin Jakarta
SKYE Rooftop Lounge at Menara BCA Thamrin Jakarta
Malam ini, saya memesan Bolivian Snow yang direkomendasikan si waitress dan diklaim manis dan untungnya beneran manis. Buat saya lebih mirip ice chocolate dengan topping whipped cream serta taburan Oreo. Slurp!

Dibanding dengan BART - Bar at The Roof Top - di Artotel, suasana di sini lebih nyaman. Tidak ada DJ, tidak ada musik yang bikin jantung berdetak lebih kencang, tidak ada lampu yang menyorot tajam, dan tidak ada nyamuk haha. Pengunjung juga rata rata usia dewasa dan tidak begitu banyak yang merokok.

Pelayanannya memuaskan dan para waitress berbaik hati mau mengambilkan kami foto bersama. Si teman buleku pun puas sekali dan bersyukur kami memilih SKYE. Sepertinya ini jadi malam malam perpisahan terbaik dengannya dan pastinya highlight perjalanannya di Jakarta.

---
SKYE
BCA Tower Lt. 56, Jl. M.H. Thamrin No. 1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350, Indonesia
Telp : 021 23586996

Price Range : Starts from IDR 50K
Dress code : No sandal / sneaker. No shorts for male. No T-shirts.

 
Wisata © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets